Showing posts with label Penyakit Tidak Menular. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Tidak Menular. Show all posts

Saturday, June 14, 2014

Maag (Gastritis)

Maag (Gastritis)

Anita baru kelas 3 SD dan tidak mempunyai masalah sama sekali sebelumnya sampai dokter menyatakan Anita terkena sakit maag. Bagaimana mungkin? Usia 8 tahun sudah terkena Maag?

Definisi


Gastritis atau yang dikenal dengan penyakit maag adalah suatu keadaan dimana terjadi peradangan pada mukosa (lapisan) dari permukaan lambung. Kadar asam lambung yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada dinding lambung. Alhasil, hasilnya adalah perut perih, mual, kembung, dan ya... seperti yang di iklan-iklan obat sakit maag itu lho.

Penyebab


Penyakit maag / gastritis menyerang lambungLambung adalah salah satu organ pencernaan yang berfungsi untuk mengolah makanan yang masuk sehingga dapat dicerna dan diserap oleh usus. Dalam menjalankan tugasnya lambung menghasilkan zat-zat antara lain asam lambung dan enzim-enzim pencernaan lainnya yang akan menguraikan makanan menjadi zat-zat yang lebih mudah untuk diserap oleh dinding usus. Normalnya didalam lambung terdapat keseimbangan antara asam lambung dan enzim pencernaan yang dihasilkan, namun bila keseimbangan itu terganggu misalnya terdapat kelebihan kadar dari asam lambung maka akan terjadi kerusakan pada dinding lambung yang disebut dengan gastritis.

Kelebihan asam lambung disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur. Kerusakan pada dinding lambung juga disebabkan oleh obat-obatan atau alkohol, misalnya pada orang-orang yang sering mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin (obat sakit kepala), obat reumatik atau jamu-jamuan dalam jangka lama.

Secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu dalam jumlah yang kecil, setelah 4-6 jam sesudah makan biasanya kadar glukosa dalam darah telah banyak terserap dan terpakai sehingga tubuh akan merasakan lapar dan pada saat itu jumlah asam lambung terstimulasi. Bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam, maka asam yang menumpuk dalam lambung akan semakin banyak dan berlebih. Hal ini dapat menyebabkan luka atau iritasi pada dinding lambung sehingga timbul rasa perih. Makanan yang terlalu pedas atau asam tentu saja akan membuat luka lambung terasa perih.

Gejala klinis


Keluhan yang sering muncul biasanya berupa nyeri didaerah perut kiri atas yang nyeri sewaktu-waktu dan sering kambuh atau timbul saat lapar dan hilang setelah makan atau pemberian obat antasida, mual, kembung dan muntah-muntah. Apabila peradangan lambung yang terjadi cukup luas dan dalam dapat timbul gejala muntah darah atau bahkan buang air besar yang disertai darah yang berwarna kehitaman.

Pengobatan


Obat-obatan yang biasanya diberikan dokter bertujuan untuk mengembalikan kesimbangan asam dalam lambung baik berupa obat-obat yang menetralkan asam lambung seperti antasida atau yang mengurangi produksi dari asam lambung yang ada seperti cimetidine atau ranitidine.

Obat-obat untuk maag umumnya dimakan 2 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Adapun tujuan obat tersebut diminum 2 jam sebelum makan adalah untuk menetralisir asam lambung karena pada saat tersebut penumpukan asam di dalam lambung telah cukup banyak dan pada orang yang menderita maag didalam lambungnya telah terjadi luka-luka kecil di dinding lambung yang apabila terkena asam dalam jumlah cukup banyak akan menimbulkan keluhan perih, sedangkan obat yang diminum 2 jam sesudah makan bertujuan untuk melindungi dinding lambung dari asam yang akan terus diproduksi. Selama 2 jam sesudah makan asam yang ada dilambung akan terpakai untuk mencerna makanan sehingga ternetralisir dan tidak melukai dinding lambung namun setelah 2 jam lambung kembali akan memproduksi asam padahal makanan yang telah dicerna didalam lambung mulai kosong dan masuk ke usus.

Tindakan dokter untuk anda:
  • Memberi resep antasida untuk mengurangi nyeri.
  • Pengobatan khusus biasanya diberikan selama 3 bulan supaya tukak sembuh sempurna.
  • Bila tidak sembuh atau bila timbul komplikasi, mungkin perlu tindakan bedah.

Pencegahan


Pencegahan utama dari gastritis adalah dengan menjaga keseimbangan zat yang ada dalam lambung misalnya dengan mengatur pola makan yang teratur dan tidak mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama, alkohol, atau zat kimia lain yang dapat merusak dinding lambung. Sebaiknya dihindari makanan dengan rasa asam dan pedas.

Daftar Pustaka


Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Media Aesculapius, Jakarta, 2000.

Migrain

Migrain

Bersungut-sungut Mita membanting telepon. Ada-ada saja. Masak Doni membatalkan janji nonton mereka dengan alasan pusing kepala. Tadi siang, dia tampak baik-baik saja, 100% oke. Yang kekanakan lagi, Doni bilang sakit kepalanya hanya sebelah. Memangnya pizza, yang bisa dipotong sebelah?

Definisi


Migrain adalah nyeri kepala berulang yang berlangsung 4-72 jam, biasanya hanya sebelah dan sifatnya berdenyut yang diperhebat dengan aktivitas fisik rutin. Migrain dapat juga terjadi pada anak-anak dengan lokasi nyeri lebih sering di kepala bagian depan.

Penyebab


Berbagai faktor dapat memacu serangan migrain pada orang yang berbakat, antara lain:
  • Hormonal. Fluktuasi horminal merupakan faktor pemicu pada 60% wanita. 14% wanita saat akan haid, dan akan berkurang selama kehamilan. Pemakaian pil KB juga akan meningkatkan serangan migrain.
  • Menopause. Umumnya serangan migrain akan meningkat frekuensi dan berat ringannya pada saat menjelang menopause.
  • Makanan. Berbagai makanan/zat dapat memacu timbulnya serangan migrain seperti alkohol, keju, anggur merah, yoghurt, coklat, telur, kacang bawang, pizza, alpokat, pemanis buatan, jeruk, pisang, daging babi, teh, kopi, dan coca cola yang berlebihan.
  • Monosodium glutamat (MSG). Suatu bahan pengawet makanan.
  • Obat-obatan.
  • Kafein yang berlebihan (350 mg/hari) atau penghentian mendadak minum kafein.
  • Lingkungan. Perubahan lingkungan dalam tubuh atau pun lingkunagn eksternal seperti cuaca, musim, tekanan udara, ketinggian dari permukaan laut atau terlambat makan.
  • Rangsang sensoris seperti cahaya yang berkedip-kedip. Cahaya silau, cahaya matahari yang terang, bau parfum, zat kimia pembersih, rokok, suara bising, dan suhu yang ekstrim.
  • Stres fisik dan mental dapat memperberat serangan migrain.
  • Faktor pemicu lain seprti aktifitas seks, trauma kepala, kurang atau kelebihan tidur.

Faktor resiko


Hampir 70% memiliki riwayat migrain dalam keluarga. Sebagian besar menyerang wanita. Serangan migrain biasanya dimulai saat remaja dan usia dewasa muda, kemudian cenderung berkurang pada usia 50-60 tahun. Biasanya pada penderita terdapat beberapa faktor pemicu. Umumnya pasien memiliki kepribadian yang perfeksionis, kaku dan impulsif.

Gejala klinis


Nyeri kepala yang berdenyut yang terasa pada satu sisi kepla atau dapat juga pada kedua sisi kepala atu berganti-ganti. Serangan migrain umumnya 2-8 kali per bulan lamanya serangan 4-24 jam atau bisa lebih lama,dengan intensitas nyeri sedang-berat. Dapat juga disertai gejala lain seperti mual, muntah, silau, wajah pucat, telinga berdengung. migrain dapat terjadi diseertai aura (tanda yang timbul sesaat sebelum serangan) yaitu berupa kilatan cahaya, kesemutan atau halusinasi suara atau pandangan. Sedangkan pada migrain yang tidak disertai aura penderita sering merasakan rasa kehabisan tenaga, rasa lelah, sangat lapar dan rasa gugup atau gelisah.

Pengobatan


Saat terjadi serangan dokter biasanya akan memberikan obat yang dapat megurangi intensitas nyeri, sedangkan bila serangan yang terjadi sangat sering berulang atau parah maka harus diberikan obat yang dapat mencegah serangan

Yang dapat anda lakukan:
  • Usahakan tidur dalam kamar yang gelap dan tenang.
  • Kompres dingin pada dahi (membantu menyempitkan pembuluh darah).
  • Minum obat pereda rasa sakit sederhana.
  • Periksa dokter bila cara di atas tidak memotong.

Tindakan dokter untuk anda:
  • Memberikan resep obat anti muntah, anti sakit yang kuat.
  • Memberi resep obat migrain.

Pencegahan


  • Kenali faktor yang menjadi pemicu dan harus berusaha untuk menghindarinya.
  • Relaksasi dan latihan nafas dapat membantu mengurangi serangan.
  • Bila rasa cemas dan depresi sering memicu timbulnya serangan maka harus juga diobati.
  • Usahakan tidur cukup dan teratur.
  • Rajin berolah raga agar metabolisme tubuh membaik, tetapi usahakan di pagi hari.
  • Kurangi jumlah teh/kopi (secara bertahap).

Daftar Pustaka


Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Media Aesculapius, Jakarta, 2000.

Friday, June 13, 2014

Kanker Darah

Kanker Darah

Kanker darah atau leukemia adalah suatu keganasan pada organ pembuat sel-sel darah dalam hal ini adalah sumsum tulang sehingga terjadi kegagalan dalam proses produksi sel-sel darah yang normal. Jumlah sel darah yang ada dan beredar dalam tubuh mungkin normal atau berlebihan namun bentuk dan kemampuannya tidak sama dengan sel darah yang normal.

Penyebab


Penyebab pasti dari kegagalan memproduksi sel darah yang normal ini belum diketahui dengan jelas namun diduga disebabkan oleh virus.

Faktor resiko


Beberapa faktor yang diduga berpengaruh antara lain fektor genetik, paparan sinar radioaktif dan infeksi virus yang mengenai sumsum tulang. Dari data statistik didapatkan 85% menyerang orang dewasa dan laki-aki lebih banyak terserang dibandingkan wanita.

Gejala klinis


Gejala klinis yang dapat terlihat pada pasien leukemia adalah rasa lelah, pucat, nafsu makan yang turun atau hilang, nyeri tulang dan sendi, pembesaran pada kelenjar, pembesaran pada hati atau limpa dan manifestasi dari perdarahan seperti bintik-bintik perdarahan atau mudahnya timbul lebam atau kebiruan pada kulit yang terkena benturan, mimisan dari hidung atau perdarahan dari gusi.

Pengobatan


Penderita dengan leukimia sebaiknya diobati secara teratur ke rumah sakit bagian penyakit dalam sub bagian hematologi. Apabila leukimia ini cepat terdeteksi dan dengan pengobatan modern dapat memperpanjang angka harapan hidup penderita. Apabila penderita sedemikian pucat hingga kadar hemoglobin dalam darah sangat rendah maka harus diberikan trasnfusi darah. Pengobatan yang diberikan dapat berupa obat-obatan yang bertujuan untuk memberantas sel-sel leukimia atau pada stadium yang sudah lanjut dapat juga dilakukan operasi penggantian sumsum tulang. Penderita harus dijaga sehingga tidak terkena infeksi yang lain karena kanker yang menyerang sel darah itu membuat pertahanan tubuh penderita menjadi rendah dan rentan untuk tekena infeksi.

Pencegahan


Berusaha untuk meminimalkan faktor resiko yang ada seperti paparan dari sinar radio aktif.

Daftar pustaka


Kapita Selekta Kedokteran Edisi III, Media Aesculapius, Jakarta, 2000.